Tradisi Lokal Saat Lebaran di Kabupaten Gresik

Dewan Kebudayaan Gresik

Dewan Kebudayaan Gresik

Tradisi lokal saat lebaran
Facebook
WhatsApp
Telegram
LinkedIn

Kabupaten Gresik merupakan sebuah daerah yang kaya akan budaya. Bukan saja budaya yang bersifat modern/kontemporer, Gresik juga menyimpan banyak ragam tradisi. Terlebih jika ditilik dari sejarahnya—sebagaiman yang jamak dituturkan oleh banyak ahli, bahwa— Gresik merupakan salah satu daerah lintasan persebaran agama Islam dan perdagangan internasional. Sudah tentu di Gresik tersimpan banyak kearifan, yang kemudian menjadikannya sebagai kota santri sekaligus kota industri.

Pada ranah kebudayaan, Gresik sebagai kota santri menyimpan banyak tradisi islami, yang sampai hari ini masih dapat kita jumpai. Khususnya ketika moment Ramadan dan lebaran tiba.

Berikut kami ulas beberapa tradisi lokal di saat lebaran di Kabupaten Gresik :

1. Ambengan

Tradisi Ambengan

Sebuah ritual doa membuka hari lebaran yang diselenggarakan setelah salat idul fitri. Biasanya, pada waktu pelaksanaan, para warga berbondong-bondong membawa senampan masakan ke masjid, surau atau musala, untuk dimintakan doa dan kemudian dimakan bersama.

Sebagai warga daerah penghasil ikan bandeng yang khas, mayoritas masyarakat Gresik pada kesempatan ini mempersembahkan Bandeng Penget atau Bandeng Kelo Bening sebagai sajian menu kebanggaan. Hal ini merupakan kelanjutan daripada tradisi Pasar Bandeng yang terselenggara 2 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri (puncak di malam 29 Ramadan) sebagai tradisi peninggalan leluhur yang agung.

2. Unjung-Unjung

Tradisi Unjung-unjung

Sebuah tradisi atau kebiasaan bersilaturrahmi ke rumah kerabat, sanak keluarga, atau tetangga, untuk menghaturkan maaf atau menyambung hubungan sosial. Di Gresik, kebiasaan ini disebut dengan istilah ‘unjung’

Biasanya, pada kesempatan unjung ini, orang Gresik akan membawakan oleh-oleh atau buah tangan untuk si tuan rumah. Terlebih kepada yang lebih tua. Oleh-oleh atau buah tangan tersebut salah satunya berupa sepaket gula pasir atau olahan khas daerah, seperti pudak, bandeng presto, atau lainnya.

Baca juga:  Menjalani Malam Slawe Pada Bulan Ramadhan 1445 H

3. Ater-Ater

Tradisi Ater-ater

Suatu kebiasaan memberi hadiah atau pemberian kepada sanak saudara atau kerabat yang lebih tua, pada hari besar tertentu. Di Gresik, tradisi ini kerap dilakukan pada hari raya idul fitri, baik sebelum lebaran tiba ataupun bersamaan ketika bersilaturrahmi (unjung).

Umumnya, warga Gresik membawakan oleh-oleh atau buah tangan berupa sepaket parcel berisi gula pasir, minyak goreng, beras, atau sembako lainnya. Kecuali di kampung-kampung atau desa tertentu yang menjadikan olahan tradisional khas sebagai oleh-oleh atau buah tangan.

4. Udik-udikan

Tradisi Udik-udikan

Sebuah kegiataan membagikan atau menyebarkan uang pecahan kepada warga lain, dengan cara menebarkannya kemudian diperebutkan oleh banyak orang. Mulai dari uang koin hingga uang kertas, baik yang berjumlah kecil maupun besar. Semua diberikan dengan cara ditebar penuh keceriaan.

Di Gresik (khususnya di Desa-Desa se-kecamatan Manyar), Tradisi ini diselenggarakan di beberapa moment penting, seperti pada Hari Raya Idul Fitri, peringatan maulid Nabi, dan pesta pernikahan, sebagai ungkapan kebahagiaan atas peristiwa yang dijalani, juga sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki yang telah diterima. Dengan cara seperti ini, warga diharapkan juga ikut senang dan merasakan kebahagiaan bersama.

5. Surak Iyo

Tradisi Surak Iyo

Sebuah Tradisi berkeliling kampung dengan membawa wadah dan menembangkan lagu Surak Iyo dari rumah ke rumah warga.

Bunyi lagunya kira-kira seperti ini :

surak iyo pager jaro kembang gubis, Uqi ojo nangis-nangis nek nangis dikemplang linggis, surak iyo pager jaro kembang dara, Uqi ojo lara-lara nek lara oleho tamba, surak iyo pager jaro kembang pacar, nek mari podo’o buyar.

Tradisi ini sudah berjalan turun temurun, dan kini masih tetap lestari. Khususnya di Dusun Randuboyo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. Tradisi Surak Iyo bukan sekadar menjadi kebahagian bagi anak-anak di kampung itu saja. Karena sesungguhnya tradisi ini bermuatan nilai sosial yang tinggi, yakni dengan melatih diri setiap orang untuk dermawan. Selain mendapatkan bagi-bagi makanan (berupa lontong, ketupat, sayur, lepet, opor ayam, dll,), anak-anak itu juga senang karena penghuni rumah juga membagikan uang.

Baca juga:  Tradisi Lebaran di Pekauman Gresik

6. Medher

Tradisi Medher

Medher adalah suatu aktifitas mengelilingi pulau Bawean dengan menggunakan beragam moda transportasi seperti sepedah pancal, mobil gerobak, atau bahkan ada yang melakukannya dengan jalan kaki.

Medher menjadi tradisi di Pulau Bawean, khususnya masyarakat Desa Diponggo Kec. Tambak, untuk mengisi waktu liburan seperti libur hari raya (lebaran), peringatan bulan Muharram, ataupun juga Agustusan. Uniknya, tradisi ini dilakukan dengan memasang atau mengibarkan bendera secara bersama-sama.

7. Ketupat Lewat

Tradisi Ketupat Lewat

Sebuah tradisi berbagi ketupat kepada pengguna jalan atau orang lewat/melintasi Kampung Pekauman (nama suatu kelurahan di kota Gresik, tepatnya di sebelah barat alunalun kota atau di kompleks belakang masjid jami’ Gresik).

Ketupat Lewat kental dengan suatu anjuran Kiai Baka yang mengajarkan kedermawanan atau berbagi saat dalam keadaan bahagia. Tradisi ini menjadi suatu rangkaian dari perayaan Riyaya Kupat khas Pekauman, yang oleh banyak orang diakui sebagai hari rayanya orang Pekauman.

Itulah tradisi-tradisi lokal di Kabupaten Gresik saat Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Tradisi peninggalan leluhur tersebut masih terjaga dan lestari diselenggarakan di tengah-tengah masyarakat, hingga kini. Meski banyak tergerus tradisi modern dan budaya urban, setidaknya sebagian atau beberapa dari masyarakat Kabupaten Gresik masih ada yang sudi menjaganya. Sehingga, mudah-mudahan dengan tetap melestarikan budaya dengan kearifan lokalnya itu, masyarakat Gresik tidak sampai kehilangan identitas daripada kehidupan berbangsa dan bertanah-air. Tabik!

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
Facebook
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar Terbaru

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    🔔 TERKINI

    🔔 INSTAGRAM DKG

    🔔 FACEBOOK DKG

    Arsip
    Kategori

    Dewan Kebudayaan Gresik

    Piye Kabare Dulur ..................