Tradisi Lebaran di Pekauman Gresik

Dewan Kebudayaan Gresik

Dewan Kebudayaan Gresik

Lebaran Ketupan atau Riyaya Kupat
Facebook
WhatsApp
Telegram
LinkedIn

Pekauman adalah nama suatu kampung atau kelurahan di kawasan Kota Gresik, tepatnya terletak di sebelah belakang masjid jami’ Kota Gresik atau di sebelah barat alun-alun Kota Gresik. Kelurahan yang dihuni oleh 1.800 an penduduk di padat perkotaan ini masih menjunjung tinggi sebuah Tradisi.

Warga di Kelurahan ini memiliki Tradisi unik yang turun-temurun dilestarikan dan masih eksis, meski zaman telah melaju pesat pada ruang modernisasi. Tidak seperti jamaknya lebaran di berbagai daerah lain, yang dirayakan pada hari ke-1 bulan Syawal, warga Kampung Pekauman rayakan Lebaran pada hari ke-8, yang jamak dikenal dengan istilah Lebaran Ketupan atau Riyaya Kupat. Biasanya, Lebaran Ketupat di Kampung Pekauman dirayakan secara meriah, melebihi hari raya 1 Syawal di daerah lain.

Riyaya Kupat ini bukan baru saja berjalan atau dilakukan. Tradisi ini justru telah berjalan sejak ratusan tahun lalu. Konon, adanya tradisi ini tidak lepas dari kiprah Kiai Baka, seorang tokoh agama penerus Sunan Giri. Pada masanya, Kiai Baka pernah mengimbau warga untuk menjalankan puasa sunnah pada bulan syawal, yakni pada tanggal 2 – 7 Syawal, sebagaimana ajaran baginda Rasul dalam hadisnya. Dan ketika hari ke-8 tiba, barulah warga di Kampung Pekauman merayakan Hari Raya.

Baca juga:  Menjalani Malam Slawe Pada Bulan Ramadhan 1445 H

Pada hari Lebaran Ketupat itu, warga Kampung Pekauman saling berkunjung untuk bersilaturrahmi dan menghaturkan permaafan kepada kerabat, tetangga, atau rekan sejawatnya. Berkunjung atau bersilaturrahmi ini di Gresik dikenal dengan istilah ‘unjung’.

Hanya saja, jika di tempat lain tradisi ‘unjung-unjung’ itu dilakukan secara mengalir dan sederhana, di Kampung Pekauman justru diselenggarakan dengan sangat meriah. Lebih meriah dari Lebaran Idul Fitri 1 Syawal. Kemeriahan pada hari Lebaran Ketupat itu belakangan diselenggarakan secara serantak dengan kepanitiaan dan model acara ceremonial. Tentunya dengan Ketupat sebagai menu utamanya.

Selain itu, jika di lain tempat orang berkunjung membawa oleh-oleh berupa gula pasir atau jenis buah tangan lainnya, di Pekauman buah tangannya berupa Ketupat. Kebiasaan memberi suatu hadiah atau oleh-oleh kepada kerabat, tetangga, atau sanak keluarga, di moment tertentu seperti ini di Gresik dikenal dengan istilah ‘ater-ater’.

Begitu pun sebaliknya, tuan rumah yang dikunjungi juga tidak membiarkan tamunya kosong begitu saja. Si tuan rumah juga menyediakan hidangan untuk para tamunya. Sajian hidangan itu diantaranya ada opor ayam, cap go meh, gulai ubus, lepet, ada juga buras (yakni beras dan santan yang dibungkus seperti nagasari dan rasanya gurih). Tentunya tetap tidak meninggalkan menu utama, yakni ketupat.

Baca juga:  Tradisi Lokal Saat Lebaran di Kabupaten Gresik
Lebaran Ketupan atau Riyaya Kupat

Selain keunikan pada pelaksanaan Hari Raya dengan segenap sajian olahan makanannya yang khas itu, warga Kampung Pekauman juga memiliki Tradisi lain yang disebut Ketupat Lewat. Yakni berbagi ketupat kepada para pengguna jalan (orang lewat). Tradisi ini menjadi salah satu rangkaian perayaan Riyaya Kupat di Pekauman, yang oleh warga Kampung Pekauman diakui sebagai Hari Rayanya Orang Pekauman.

Itulah tradisi perayaan lebaran peninggalan leluhur yang masih eksis di Kampung Pekauman, hingga kini. Meski dihimpit pola hidup ala perkotaan dan terancam arus globalisasi modernisasi, warga Kampung Pekauman masih mampu menjaga kearifan lokalnya untuk tetap lestari.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
Facebook
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar Terbaru

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    🔔 TERKINI

    🔔 INSTAGRAM DKG

    🔔 FACEBOOK DKG

    Arsip
    Kategori

    Dewan Kebudayaan Gresik

    Piye Kabare Dulur ..................