Menjalani Malam Slawe Pada Bulan Ramadhan 1445 H

Dewan Kebudayaan Gresik

Dewan Kebudayaan Gresik

H. Fandi Akhmad Yani, S.E (Bupati Gresik), Hj. Aminatun Habibah (Wakil Bupati Gresik), drg. Saifuddin Ghozali (Kepala Dinas Parekrafbudpora Kab. Gresik), Tri Joko Efendi, S.H (Camat Kebomas), dan jajaran Forkopimda beserta para tokoh lokal juga pengelola Yayasan Sunan Giri.
Facebook
WhatsApp
Telegram
LinkedIn

Di kawasan makam Sunan Giri, Masyarakat Kabupaten Gresik berbondong-bondong berkumpul untuk mengikuti rangkaian Malem Selawe, pada Kamis (4 April 2024).

Kegiatan yang berakar pada sejarah dan tradisi sebagaimana ajaran Sunan Giri dalam menyambut Lailatul Qadar di malam 25 Ramadan itu sampai kini masih dilestarikan oleh warga setempat dan bahkan seluruh masyarakat Kabupaten Gresik.

“Tradisi ini merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan, mengingat Gresik adalah kota wali dan kota santri,” kata Gus Yani, Bupati Gresik dalam sambutannya.

Bupati Gresik juga mengimbau kepada generasi muda milenial untuk mau mempelajari dan wajib menjaga tradisi peninggalan salah satu Wali Songo tersebut.

Menurutnya, selain berdampak pada kebangkitan UMKM warga sekitar, yang terpenting dalam menjalani tradisi ini adalah pada sisi spiritualitasnya. Sehingga diharap dapat pula meningkatkan kualitas hidup manusia pada era modern.

“Ini yang harus kita sempurnakan, agar substansi dari tradisi malem selawe tidak hilang di era modernisasi saat ini. Mudah-mudahan mulai tahun depan kegiatan tambahan spiritual tersebut bisa kita laksanakan,” tandasnya.

Bukan hanya itu, Malem Selawe di tahun 2024 (1445 H) ini juga hadir tak kalah meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Selain menjalankan ritual ziarah ke makam Sunan Giri, i’tikaf, shalat malam, dan beberapa kegiatan ibadah lainnya, pada kesempatan ini Malem Selawe diisi dengan beberapa rangkaian ceremonial. Seperti penyerahan sertifikat halal untuk pelaku UMKM, dan berkunjung ke Museum Sunan Giri.

Baca juga:  Tradisi Lokal Saat Lebaran di Kabupaten Gresik

Hadir pada kesempatan ini, H. Fandi Akhmad Yani, S.E (Bupati Gresik), Hj. Aminatun Habibah (Wakil Bupati Gresik), drg. Saifuddin Ghozali (Kepala Dinas Parekrafbudpora Kab. Gresik), Tri Joko Efendi, S.H (Camat Kebomas), dan jajaran Forkopimda beserta para tokoh lokal juga pengelola Yayasan Sunan Giri.

Dalam keterangannya, Camat Kebomas Tri Joko Efendi, SH merasa bersyukur atas terselenggaranya Tradisi Malem Selawe pada tahun ini.

“Alhamdulillah masih diberi kesempatan menjadi tuan rumah dalam Gelaran Akbar Tradisi Malem Selawe atau Malam 25 Ramadan tahun ini,”

Untuk diketahui, Malam Selawe merupakan kearifan lokal menyambut Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Pada masa lampau, untuk mengisi kegiatan Malem Selawe para warga biasanya hanya melakukan i’tikaf dan mengaji di sekitar area Makam Sunan Giri. Konon, cara tersebut diajarkan oleh Sunan Giri untuk menggapai Lailatul Qadar.

Baca juga:  Tradisi Lebaran di Pekauman Gresik

Tetapi, di masa modern dan teknologi industri serta gempuran globalisasi kini, eksistensi Tradisi Malem Selawe dihadapkan pada persoalan-persoalan yang juga harus diatasi. Yaitu perekonomian.

Menanggapi itu, Camat Kebomas memiliki pandangan lain.

“sudah saatnya Malem Selawe direkonstruksi ulang sesuai tuntutan zaman. Sehingga eksistensi Malem Selawe masih terus berjalan dan tidak lekang digerus zaman.

Ia juga menyampaikan, bahwa Malem Selawe di masa kini bukan saja berfungsi sebagai ritual keagamaan atau media dakwah saja. Melainkan justru bertambah fungsi sebagai aset Wisata Budaya dan Lokomotif Perekonomian Lokal untuk mengahadapi persoalan-persoalan mendatang.

Pada kesempatan ini, Bupati Gresik bersama jajaran Forkopimda dan para tokoh agama juga berkesempatan menyaksikan benda-benda peninggalan Sunan Giri yang disimpan di museum Sunan Giri. Benda peninggalan tersebut diantaranya adalah sajadah dan keris Kalam Munyeng. Benda pusaka yang merupakan simbol perjuangan dakwah penyebaran Islam di Gresik masa lampau.

Humas DKG
Gresik, 04 April 2024

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]
Facebook
WhatsApp
Telegram
LinkedIn
Komentar Terbaru

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    🔔 TERKINI

    🔔 INSTAGRAM DKG

    🔔 FACEBOOK DKG

    Arsip
    Kategori

    Dewan Kebudayaan Gresik

    Piye Kabare Dulur ..................